WAKIL BUPATI ANAMBAS HADIRI UPACARA HARI PRAMUKA KE 65 DAN PEMBUKAAN JAMNAS XII TAHUN 2026
Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota Gerakan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia. Upacara menjadi momentum Peringatan Hari Pramuka sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan Jambore Nasional XII Tahun 2026 yang mempertemukan Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr. H. Erick Thohir, B.A., M.B.A. yang sekaligus membuka secara resmi Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Dalam sambutan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, yang dibacakan oleh Dr. H. Erick Thohir, B.A., M.B.A. menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi Gerakan Pramuka saat ini telah mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi dari berbagai arah. Kondisi tersebut menuntut Gerakan Pramuka untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan Gerakan Pramuka yang kuat dan aktif, sebagai wadah bagi anak-anak Indonesia untuk tumbuh, belajar, bekerja sama, menghadapi berbagai tantangan, serta melakukan kegiatan positif bagi bangsa dan negara.
“Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka harus menjadi bagian penting dari pembentukan karakter pemuda Indonesia,” tegas Presiden dalam sambutan yang dibacakan Erick Thohir.
Menurut Presiden, Gerakan Pramuka harus mampu membentuk generasi muda yang mencintai bangsa, memiliki empati, peduli terhadap sesama, serta memiliki kemauan untuk membantu orang lain. Sikap patriotik, kegigihan, kepedulian dan empati menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda Indonesia.
Presiden juga menekankan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Karakter tidak hanya dibentuk melalui kegiatan di dalam kelas atau latihan kepramukaan, tetapi juga melalui pengalaman, keteladanan dan lingkungan yang baik.
“Karakter tidak terbentuk dalam satu hari, dan tidak cukup dalam kegiatan di dalam kelas latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang baik,” ujar Erick Thohir saat membacakan sambutan Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pembinaan kepramukaan harus menjadi perhatian bersama dan melibatkan berbagai kementerian serta lembaga terkait, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Hal tersebut dinilai penting karena proses pembentukan generasi muda berlangsung sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi.
Presiden menegaskan bahwa nilai-nilai dasar kepramukaan harus terus dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai disiplin, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama harus tetap menjadi landasan dalam membentuk generasi muda yang tangguh.
“Nilai-nilai Pramuka tidak berubah. Disiplin, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama harus dikembangkan,” tegasnya.
Presiden berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi organisasi yang kuat dalam nilai sekaligus nyata dalam karya. Kecintaan terhadap tanah air, menurut Presiden, harus dibuktikan melalui tindakan dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Dalam sambutannya, Presiden juga mengingatkan generasi muda bahwa Indonesia akan memasuki satu abad kemerdekaan pada 2045. Karena itu, generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan dan membangun masa depan Indonesia.
“Pada 2045 Indonesia akan berusia 100 tahun. Indonesia Emas 2045 adalah masa depan kalian, dan kalian sendiri yang harus membangunnya,” imbuh Presiden.
Presiden mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk terus belajar, berlatih dan berkarya, menjaga persatuan, serta mencintai rakyat, bangsa dan negara. Semangat tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, mandiri, adil dan makmur.
Usai sambutan, pembukaan Jambore Nasional XII Tahun 2026 secara simbolis ditandai dengan pembunyian sirine oleh Erick Thohir, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso, serta Mr. David Berg selaku Sekretaris World Organization of the Scout Movement (WOSM).
Kehadiran Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E dalam kegiatan tersebut juga dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kepulauan Anambas. Ia hadir memberikan dukungan langsung kepada Kontingen Kepulauan Anambas yang mengikuti rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Pembukaan Jamnas XII menjadi momentum penting bagi anggota Pramuka untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan karakter generasi muda yang disiplin, mandiri dan bertanggung jawab.
Wakil Bupati berharap seluruh anggota kontingen Kepulauan Anambas dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjaga kekompakan dan disiplin, serta membawa nama baik Kabupaten Kepulauan Anambas.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Jambore Nasional bukan hanya menjadi kesempatan untuk mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, berinteraksi dan membangun jejaring persahabatan dengan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter, kepemimpinan dan pengembangan keterampilan.
Pembukaan Jamnas XII tersebut menjadi momentum penting bagi Gerakan Pramuka untuk memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus meneguhkan kembali peran Pramuka dalam membangun karakter, persatuan dan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara.