WAKIL BUPATI ANAMBAS MEMIMPIN RAKOR PERSIAPAN PERESMIAN RSUD TAREMPA OLEH PRESIDEN RI
Rapat tersebut membahas berbagai kesiapan yang perlu dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama seluruh stakeholder terkait, khususnya menyangkut transportasi, sarana dan prasarana, mobilisasi personel, kendaraan kepresidenan serta berbagai kebutuhan pendukung dalam rangka rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dalam rapat tersebut, Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Romi Sitorus, S.E. menyampaikan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi dari Tanjungpinang terkait adanya permintaan pesawat TNI AL untuk masuk ke Matak pada 10 September 2026 yang direncanakan membawa rombongan Gubernur Kepulauan Riau. Selain itu, Tim Paspampres juga sedang melakukan konfirmasi mengenai kondisi dan kemampuan Bandara Matak, khususnya terkait kemungkinan pendaratan pesawat Hercules untuk membawa kendaraan kepresidenan.
Apabila Bandara Matak tidak memungkinkan untuk pendaratan pesawat Hercules, akan dikoordinasikan alternatif melalui Bandara Hang Nadim Batam atau Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. Alternatif lainnya adalah menggunakan transportasi laut untuk membawa kendaraan kepresidenan ke wilayah Kepulauan Anambas.
Berdasarkan perkembangan informasi yang diterima, terdapat kemungkinan sekitar 75 persen Presiden Republik Indonesia akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Anambas. Dalam kaitan tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas diharapkan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau untuk memastikan kemungkinan kapal Ro-Ro dapat datang ke Anambas guna membawa kendaraan kepresidenan.
Dalam rapat juga disampaikan bahwa terdapat dua agenda yang direncanakan, yakni peresmian RSUD Tarempa dan peresmian Sekolah Rakyat. Sementara kendaraan kepresidenan direncanakan diberangkatkan menuju wilayah Kepulauan Riau, namun masih menunggu kepastian apakah akan melalui Bandara Hang Nadim Batam atau Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.
Untuk Bandara Matak, disampaikan bahwa landasan pacu yang memiliki panjang sekitar 1.200 meter dinilai belum mencukupi untuk digunakan sebagai lokasi pendaratan pesawat Hercules.
Sementara itu, PMO Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Lili Sholihah, melalui Zoom menyampaikan bahwa kedatangan personel Kementerian Kesehatan RI direncanakan pada Selasa, 8 September 2026. Namun, keberangkatan tersebut mengalami kendala akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta yang berkaitan dengan kondisi debu vulkanik.
Pihak Kementerian Kesehatan RI juga menanyakan kesiapan daerah, antara lain terkait tenda, sound system serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan. Pemerintah daerah diminta segera menyampaikan informasi mengenai kesiapan sarana dan prasarana tersebut agar dapat dilakukan pemetaan kebutuhan dan tindak lanjut persiapan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E menyampaikan bahwa dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki daerah, kebutuhan fasilitas yang belum tersedia diharapkan dapat didatangkan dari luar daerah sehingga tidak menimbulkan kendala teknis di lapangan.
Wakil Bupati meminta waktu hingga sore hari untuk melakukan pemetaan terhadap seluruh kebutuhan, termasuk fasilitas yang dapat disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas maupun fasilitas yang masih mengalami kekurangan. Kedatangan pihak Kementerian Kesehatan ke Anambas nantinya akan menggunakan penerbangan dari Tanjungpinang untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan, mengingat masih terdapat keterbatasan fasilitas di daerah.
Selain keterbatasan fasilitas, jarak tempuh dari Batam maupun Tanjungpinang menuju Anambas yang cukup jauh serta keterbatasan jadwal transportasi juga menjadi salah satu hambatan dalam mobilisasi personel dan perlengkapan.
Dalam pembahasan lebih lanjut, terkait rencana kedatangan rombongan Tim Pendahulu Kunjungan Kerja Presiden RI ke Kabupaten Kepulauan Anambas, Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas akan melakukan koordinasi dengan pihak Bandara Matak. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan izin dan kesiapan pendaratan pesawat Susi Air yang direncanakan membawa Tim Pendahulu.
Untuk alternatif transportasi laut, berdasarkan informasi dari ASDP, KMP Bahtera Nusantara 01 melayani lintasan yang mencakup wilayah Anambas, termasuk Letung–Matak, dengan kapasitas hingga 26 kendaraan. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan ASDP Kepulauan Riau terkait kemungkinan penggunaan kapal Ro-Ro KMP Bahtera Nusantara 01, KMP Bahtera Nusantara 02 atau KMP Bahtera Nusantara 03.
Kapal Ro-Ro tersebut direncanakan menjadi alternatif transportasi untuk melakukan pelayaran dan sandar di Pelabuhan Tarempa dalam rangka membawa kendaraan kepresidenan serta kendaraan pendukung dan pendamping lainnya yang diperlukan selama kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia.
Rapat koordinasi ini menegaskan perlunya percepatan persiapan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama seluruh stakeholder dalam rangka mendukung rencana peresmian RSUD Tarempa dan Sekolah Rakyat oleh Presiden Republik Indonesia. Sejumlah kebutuhan masih perlu dipastikan, khususnya terkait transportasi, kendaraan kepresidenan, listrik, air bersih, tenda, sound system serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Selanjutnya, perangkat daerah terkait akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kementerian Kesehatan RI, pihak Bandara Matak, ASDP Kepulauan Riau serta instansi terkait lainnya guna memastikan kesiapan teknis dan mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.