homescontents
homescontents
Logo
Loading...

BUPATI ANAMBAS BUKA FESTIVAL PERMAINAN RAKYAT, TEKANKAN PENTINGNYA PELESTARIAN ADAT DAN BUDAYA

Terbit : Kamis, 17 September 2026
Pukul : 09:36 WIB
Dilihat : 2 Kali
Bagikan Berita Ini
BUPATI ANAMBAS BUKA FESTIVAL PERMAINAN RAKYAT, TEKANKAN PENTINGNYA PELESTARIAN ADAT DAN BUDAYA
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menghadiri Festival Permianan Rakyat, bertempat di Lapangan Sepak Bola Sulaiman Abdullah Tarempa - Kecamatan Siantan, Selasa (15/09/2026).

BUPATI ANAMBAS BUKA FESTIVAL PERMAINAN RAKYAT, TEKANKAN PENTINGNYA PELESTARIAN ADAT DAN BUDAYA

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menyampaikan harapannya agar nama budaya, adat dan budaya yang ada tidak sampai hilang. Menurutnya, pelestarian budaya perlu menjadi perhatian bersama. Bupati menyoroti permainan rakyat yang saat ini sudah tidak banyak ditemukan, seperti selobang dan tarik-tarik upe. Permainan tersebut merupakan permainan yang dahulu dimainkan sejak kecil dan perlu kembali dikenalkan kepada anak-anak.
Bupati Aneng menyampaikan bahwa masih banyak permainan rakyat yang belum dimainkan dan perlu dicari. Ia meminta agar permainan rakyat yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat dicari, termasuk seni dan permainan yang telah lama ada di Anambas. Menurutnya, berbagai jenis permainan rakyat tersebut perlu dihimpun sebagai bagian dari kebudayaan daerah.
Bupati juga meminta agar setiap desa dapat mencari permainan rakyat yang menjadi ciri khas daerahnya. Dengan jumlah 52 desa dan 2 kelurahan di Kabupaten Kepulauan Anambas, apabila setiap desa memiliki satu permainan maka dapat ditemukan 52 permainan dari desa-desa, ditambah permainan dari 2 kelurahan. Apabila setiap desa memiliki 2 permainan, jumlahnya dapat mencapai lebih dari 100 permainan. Untuk itu, Bupati meminta agar seluruh permainan tersebut dicari dan didata.
Menurut Bupati, kebudayaan merupakan bagian dari persatuan yang tidak boleh dilupakan. Ia mencontohkan permainan gasing yang merupakan permainan umum dan juga terdapat di Pekanbaru, Bengkalis, Dabuk dan Balai. Karena itu, menurutnya, yang perlu dicari adalah permainan yang tidak umum dan menjadi kekhasan masing-masing daerah.
Bupati Aneng menyampaikan bahwa setiap daerah memiliki permainan khas masing-masing. Ia mencontohkan permainan kubang atau kubang kekasan Anambas sebagai salah satu permainan yang menjadi kekhasan Anambas. Bupati juga menyebutkan daerah seperti Lingga dan Karimun yang memiliki permainan masing-masing. Permainan yang menjadi ciri khas daerah tersebut harus dilestarikan dan diangkat agar tetap dikenal.
Bupati Kepulauan Anambas menegaskan bahwa Pemerintah Daerah sangat mau mendukung dan memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya. Budaya merupakan warisan yang akan diturunkan sampai kepada anak cucu. Oleh karena itu, budaya tidak boleh hilang dan tidak boleh pudar dari bumi yang ditempati.
Bupati juga menyampaikan bahwa masyarakat lahir dari kebudayaan dan kebersamaan. Dari kebudayaan dan kebersamaan tersebut terdapat hubungan yang tidak terpisahkan antara budaya dan kebersamaan. Karena itu, budaya harus dijunjung tinggi, dihormati, dan pemerintah wajib turut melestarikannya.