EVALUASI PELAYANAN DAN PENGELOLAAN MESJID AGUNG, WAKIL BUPATI ANAMBAS TEKANKAN PEMBENAHAN KEPENGURUSAN DAN KEBERSIHAN
Dalam arahannya, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E menyampaikan pentingnya dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelayanan dan pengelolaan Masjid Agung, menyusul munculnya berbagai isu negatif yang belakangan menjadi perhatian masyarakat, termasuk melalui media sosial. Evaluasi tersebut mencakup persoalan air bersih, kebersihan lingkungan masjid, kondisi fisik bangunan, penerangan, kegiatan-kegiatan masjid, hingga kepengurusan harian.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati saat memimpin Rapat Evaluasi Pelayanan dan Pengelolaan Kegiatan Masjid Agung. Ia menyampaikan bahwa evaluasi perlu dilakukan bersama-sama agar berbagai kekurangan yang masih terdapat dalam pengelolaan Masjid Agung dapat ditemukan dan dibenahi secara bersama.
Menurutnya, selama ini masih terdapat pihak-pihak yang seharusnya dapat dilibatkan dalam pengelolaan Masjid Agung, namun belum terlibat secara optimal. Karena itu, ia meminta agar seluruh unsur yang berkaitan dengan pengelolaan masjid dapat duduk bersama dan memberikan masukan.
Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada para pengurus yang selama ini menjalankan tugas pengelolaan Masjid Agung dengan jumlah personel yang terbatas. Menurutnya, Masjid Agung merupakan bangunan yang besar sehingga membutuhkan pengelolaan dan dukungan sumber daya manusia yang memadai.
Dalam evaluasi tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa salah satu persoalan yang paling utama untuk segera disikapi adalah keberadaan Ketua Harian Masjid Agung. Ia menyampaikan bahwa Ketua Harian Masjid Agung, yang saat ini sedang mengalami sakit dan membutuhkan perawatan intensif sehingga mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan.
Menurut Wakil Bupati, keberadaan Ketua Harian sangat penting agar pengelolaan Masjid Agung dapat berjalan dan terkoordinasi dengan baik. Dengan adanya Ketua Harian, berbagai persoalan seperti air bersih, kebersihan dan hal-hal lainnya diharapkan dapat ditangani secara lebih terkoordinasi.
Ia meminta agar persoalan tersebut segera disikapi dan didiskusikan bersama sehingga dapat ditemukan solusi serta kandidat Ketua Harian berikutnya. Ujarnya.
Selanjutnya, Wakil Bupati menyoroti keterbatasan jumlah petugas yang saat ini menangani kebersihan Masjid Agung. Dengan luas bangunan yang besar, jumlah petugas yang hanya sekitar empat orang dinilai belum memadai untuk menangani seluruh bagian masjid secara optimal.
Sebagai salah satu solusi, Wakil Bupati menyarankan agar tenaga PPPK dapat dilibatkan untuk membantu membersihkan Masjid Agung secara berkala. Menurutnya, daripada tidak memiliki kegiatan, sebagian tenaga PPPK dapat ditugaskan untuk membantu membersihkan lingkungan masjid.
Wakil Bupati juga mengusulkan agar pembagian tugas kebersihan dilakukan secara jelas pada setiap bagian masjid. Petugas dapat dibagi berdasarkan area, seperti toilet dan tempat wudu, teras, serta bagian dalam masjid.
Menurutnya, apabila jumlah petugas yang tersedia masih mencukupi, maka dapat dimanfaatkan terlebih dahulu dengan tetap dilakukan evaluasi secara berkelanjutan. Ia juga menilai bahwa setelah hampir dua tahun, kondisi kebersihan Masjid Agung, khususnya bagian dalam, masih perlu mendapat perhatian dan pembenahan.
Wakil Bupati kembali menyampaikan perlunya dukungan PPPK dalam kegiatan kebersihan, termasuk melalui kegiatan gotong royong secara berkala. Menurutnya, kegiatan kebersihan tidak hanya dilakukan pada bagian luar, tetapi juga harus mencakup bagian dalam masjid.
Wakil Bupati juga menyoroti kondisi penerangan Masjid Agung yang dinilainya masih perlu dibenahi. Hal tersebut menjadi perhatian setelah dirinya menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung.
Menutup arahannya, Wakil Bupati meminta seluruh pihak yang hadir untuk menyampaikan pandangan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang ditemukan dalam pengelolaan Masjid Agung. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi langkah bersama untuk membenahi pelayanan, pengelolaan, kebersihan, fasilitas, serta kepengurusan Masjid Agung.
Rapat evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk membahas secara bersama berbagai kebutuhan pembenahan Masjid Agung, dengan menempatkan penguatan kepengurusan harian sebagai salah satu hal yang perlu segera ditindaklanjuti, disertai peningkatan kebersihan, pelayanan dan pengelolaan fasilitas masjid.