BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS HADIRI TEMU RAMAH KAPOLDA KEPRI BERSAMA NELAYAN KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan daerah yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup sebagai nelayan. Ia menyampaikan bahwa sekitar 96 persen masyarakat Anambas merupakan nelayan, sehingga sektor kelautan dan perikanan menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat.
Bupati Aneng juga menyampaikan harapan kepada Kapolda Kepri agar turut menyampaikan kepada Pemerintah Pusat mengenai kondisi daerah yang hingga kini belum memperoleh manfaat maksimal dari potensi sumber daya alam yang dimiliki. Menurutnya, produksi hasil laut Anambas mencapai sekitar 27 ribu ton per tahun, namun belum memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, Bupati Anambas menyoroti kondisi Anambas sebagai daerah penghasil minyak dan gas yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia menyebutkan bahwa PAD Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini hanya berkisar Rp. 59 miliar per tahun, sementara kebutuhan belanja Pemerintah Daerah mencapai sekitar Rp. 540 miliar per tahun.
Meski berada dalam kondisi keterbatasan anggaran dan defisit fiskal, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas tetap berupaya menjaga stabilitas pembangunan dengan menggunakan perencanaan berbasis angka riil tanpa menggunakan asumsi yang berlebihan. Hal tersebut dilakukan agar Pemerintah Daerah tidak terbebani hutang yang pada akhirnya dapat berdampak kepada masyarakat.
Bupati Anambas juga menjelaskan bahwa efisiensi anggaran dilakukan di seluruh perangkat daerah demi menjaga keberlangsungan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Polres Kepulauan Anambas terus memperkuat koordinasi terkait stabilitas kebutuhan bahan pokok, terutama menjelang musim tertentu yang rawan keterlambatan distribusi logistik.
Ia menambahkan bahwa koordinasi bersama Bulog dan pelaku usaha terus dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak tetap aman bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi perhatian Kapolda Kepri terhadap kehidupan masyarakat nelayan di Anambas. Menurutnya, berbagai persoalan terkait harga jual hasil tangkapan, kebutuhan nelayan, hingga distribusi hasil perikanan selalu menjadi perhatian dalam komunikasi bersama jajaran kepolisian.
Bupati Anambas juga menyampaikan bahwa kondisi distribusi hasil laut saat ini semakin membaik dengan bertambahnya armada pengangkut ikan. Kehadiran beberapa kapal pengangkut dinilai mampu menciptakan persaingan harga yang sehat sehingga berdampak pada meningkatnya harga jual ikan dan cumi di tingkat nelayan.
Kapolres Kepulauan Anambas, Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H mengajak masyarakat nelayan untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah laut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan lintas negara, khususnya peredaran narkotika di kawasan perbatasan.
Kapolres juga menyoroti pentingnya menjaga potensi ekonomi maritim Kepulauan Riau yang berada di jalur strategis perbatasan internasional. Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal seperti penyelundupan narkotika yang kerap memanfaatkan nelayan sebagai kurir tanpa memahami risiko hukum yang berat.
Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendorong pengelolaan potensi maritim Anambas secara berkelanjutan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.