BUPATI ANAMBAS SERAHKAN BANTUAN SEMBAKO DARI PRESIDEN RI KEPADA MASYARAKAT DESA TAREMPA BARAT DAYA
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Bupati Aneng menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara merata agar masyarakat yang membutuhkan dapat menerima manfaatnya. Menurutnya, hal tersebut dapat terlaksana melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, serta pihak-pihak terkait.
Bupati juga menyampaikan bahwa amanah yang diberikan masyarakat melalui proses pemilihan kepala daerah akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa sebagai seorang pemimpin, dirinya siap menerima kritik maupun teguran dari masyarakat demi perbaikan dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Terkait pembangunan infrastruktur, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas belum dapat membangun, kabupaten secara menyeluruh pada tahun 2026-2027. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan untuk memenuhi berbagai kewajiban pemerintah daerah.
Bupati menjelaskan bahwa ketika dirinya mulai menjalankan tugas di Kabupaten Kepulauan Anambas pada 5 Maret 2025, pemerintah daerah masih memiliki kewajiban utang lebih dari Rp 90 miliar. Ia menyampaikan bahwa kewajiban tersebut telah diselesaikan pada September 2025 sehingga pemerintah daerah tidak lagi terbebani oleh utang tersebut.
“Untuk tahun 2026-2027 kami belum bisa membangun untuk Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujar Bupati.
Bupati mengatakan bahwa saat ini pemerintah daerah memprioritaskan pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari sekitar 5.400 ASN di Kabupaten Kepulauan Anambas, kebutuhan pembayaran gaji dan TPP menjadi salah satu komponen penting dalam pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, pembayaran gaji ASN tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan para pegawai, tetapi juga memiliki dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Ketika pendapatan ASN diterima secara rutin, aktivitas ekonomi di tengah masyarakat turut bergerak, mulai dari warung, pedagang, hingga masyarakat yang bekerja di sektor lainnya.
“Karena dengan dibayar gaji ASN sebanyak 5.400 bisa menghidupkan perekonomian Anambas. Warung hidup, nelayan hidup,” kata Bupati.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan keberlangsungan pelayanan pemerintahan. Ia mengatakan, dirinya tidak ingin pembangunan dilakukan dengan mengorbankan hak-hak ASN dan masyarakat yang bergantung pada keberlangsungan roda pemerintahan.
“Saya siap tidak populer, yang penting anak-anak saya tidak kelaparan,” tegasnya.
Terkait kondisi jalan menuju lokasi kegiatan, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pengukuran dan kajian terhadap kondisi jalan tersebut. Selanjutnya, pemerintah daerah akan berupaya mengusulkan pembangunan melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kalau tidak masuk 2026, insyaallah 2027 atau 2028. Saya suka bangun jalan yang besar-besar dan panjang, karena itu uang APBN pusat. Demi untuk membangun daerah saya siap dimarah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa dirinya terus berupaya mendapatkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, termasuk rumah sakit dan sekolah rakyat.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas. Ia mengatakan bahwa Presiden tetap memberikan perhatian kepada masyarakat Anambas dan memiliki rencana untuk berkunjung ke daerah tersebut.
“Bapak Presiden kirim salam bahwa masyarakat Anambas ada di hati kita. Pak Presiden tidak lupa. Seandainya beliau lupa, tidak mungkin mengirim sembako kepada kita,” kata Bupati.
Bupati mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Presiden Republik Indonesia agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas negara, sehingga dapat terus membawa Indonesia menuju masyarakat yang semakin makmur dan sejahtera.
Dari total 2.489 paket bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia yang disalurkan di Kabupaten Kepulauan Anambas, sebanyak 70 paket disalurkan kepada masyarakat Desa Tarempa Barat Daya. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, lanjut usia (lansia), anak yatim, serta penyandang disabilitas.
Setiap paket bantuan sembako terdiri atas gula pasir sebanyak 1 kilogram, teh celup sebanyak 1 kotak, kopi sebanyak 320 gram, susu kental manis sebanyak 535 gram, sarden sebanyak 426 gram, Blue Band sebanyak 400 gram, serta tepung terigu sebanyak 2 kilogram.
Selain penyerahan bantuan sembako, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa Tahap X Tahun Anggaran 2026 sebanyak 16 orang penerima.
Penyaluran berbagai bentuk bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian dan perlindungan sosial kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.